Shutter Speed dan Aperture dalam Prinsip Kerja Fotografi

b. Shutter speed

Pada setiap jenis kamera selalu ada bagian yang disebut dengan shutter atau rana yang berfungsi sebagai penghalang cahaya agar tidak masuk ke dalam sensor kamera. Namun, cahaya akan masuk dan diterima oleh sensor kamera jika tombol shutter atau rana ditekan dan cahaya yang diterima oleh sensor kamera itulah yang akan diolah menjadi sebuah hasil foto.Lama durasi terbukanya shutter atau rana disebut dengan shutter speed. Dengan pengaturan tertentu shutter, atau rana akan menutup kembali setelah tombol ditekan. Kecepatan shutter atau rana mentup untuk kembali akan memengaruhi besarnya cahaya yang diterima oleh sensor sehingga sangat memengaruhi kualitas hasil foto.

Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku

Makin cepat shutter atau rana menutup kembali,makin sedikit cahaya yang diterima oleh sensorkamera dan tentu akan menghasilkan gambar dengan intensitas cahaya yang rendah atau gelap,begitupun sebaliknya. Pengaturan shutter speed terkadang dipengaruhi pulaoleh pergerakan objek foto yang akan dipotret. Sebagai contoh, apabila akan memotret sebuah objek foto yang bergerak cepat, harus menggunakan shutter speed dengan nilai kecepatan yang tinggi. Namun, apabila pergerakan objek foto tidak sebanding dengan pengaturan shutter speed maka akan menghasilkan foto dengan objek yang tidak jelas atau blur. Fotografi shutter speed dilambangkan dengan huruf S”.

C. Aperture/diafragma

Dalam dunia fotografi, aperture atau diafragma sering disebut dengan bukaan lensa. Disebut dengan istilah bukaan karena pada setiap lensa terdapat semacam lubang yang menyerupai iris atau bola mata. Pada lubang tersebut, dapat dilakukan pengaturan seberapa besar lubang tersebut dibuka, yang secara otomatis juga mengatur seberapa besar cahaya yang masuk dan ditangkap oleh sensor kamera. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa makin besar lubang dibuka, makin banyak cahaya yang masuk dan ditangkap oleh sensor kamera sehingga hasil foto akan terlihat terang. Namun tanpa pengaturan yang baik, cahaya yang masuk dan ditangkap oleh sensor kamera akan berlebihan dan mengakibatkan hasil foto memiliki kualitas yang tidak baik dan tidak layak untuk dipublikasikan.Pengaturan aperture atau diafragma tergantung pada lensayang digunakan untuk melakukan pemotretan. Batas maksimum bukaan lensa akan berbedabeda pada setiap jenis kamera. Tidak seperti ISO maupun shutter speed, untuk aperture atau diafragma, makin kecil angkanya maka akan makin besar bukaan lensa. Dapat pula dikatakan, makin kecil angka aperture atau diafragma, foto yang dihasilkan akan makin terang. Aperture atau diafragma dilambangkan dengan huruf F” atau “f”. Angka aperture atau nilai f menggambarkan rasio diameter bukaan lensa dengan panjang fokus lensa. Contohnya f/2.8, f/4, f/5.6, f/8, dan seterusnya.

Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku

About the Author

Rony Sihombing

2 Comments

  1. […] dan Pencahayaan dalam Fotografi << 1 2 3 4 5 >> Categories: Fotografi […]

  2. […] dan Pencahayaan dalam Fotografi << 1 2 3 4 5 >> Categories: Fotografi […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *