5. Faktor-faktor yang Memengaruhi Kreativitas
Hadirnya kreativitas sangat penting dalam proses kreatif. Kreativitas erat kaitannya dengan proses menciptakan sesuatu. Hal ini berlaku di setiap bidang dalam kehidupan, terlebih dalam industri DKV. Ada dua faktor utama yang memengaruhi terbentuknya pribadi kreatif, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal
Faktor internal adalah faktor yang muncul dari dalam diri seseorang. Dengan adanya dorongan untuk tumbuh dan berkembang ke arah yang lebih baik dari sebelumnya, sesuai dengan kemampuan untuk memenuhi segala hal yang dibutuhkan. Faktor internal, seperti bakat, sifat, dan kebiasaan yang seluruhnya telah terinternalisasi sejak lahir.
- Faktor eksternal
Faktor eksternal adalah faktor yang datang dari luar diri yang juga memengaruhi dorongan dan potensi diri dari dalam. Berikut beberapa faktor eksternal yang dapat memengaruhi kreativitas.
1) Faktor pendidikan
Faktor pendidikan sangat memengaruhi perkembangan dan pembentukan pribadi yang kreatif. Pendidikan dengan perjalanan yang dipenuhi dengan rasa kesabaran, memiliki tujuan dan target capaian serta sasaran, selalu dilakukan secara sistematis dengan mengembangkan potensi-potensi yang ada. Pendidikan juga dapat membentuk kepribadian seseorang menjadi kreatif, inovatif, kuat, dan tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman serta gangguan. Perlu disadari bahwa untuk membentuk kepribadian tersebut, diperlukan waktu yang sangat panjang. Kreativitas dapat dilatih semenjak di bangku sekolah. Kreativitas dapat digunakan untuk menghadapi permasalahan yang ada, dengan mencari berbagai alternatif pemecahannya.
2) Faktor lingkungan sekitar
Faktor lingkungan sekitar tentu berbeda dengan faktor pendidikan karena faktor lingkungan sekitar bersifat pasif. Hal ini memiliki arti bahwa lingkungan tidak memberi unsur pemaksaan pada individu, tetapi hanya memberikan peluang dan kesempatan bagi individu tersebut. Lingkungan sekitar memiliki peranan penting dalam perkembangan individu terutama dalam membentuk pribadi yang kreatif. Sebagai contoh, jika seseorang tumbuh di lingkungan nelayan, relatif akan memiliki keterampilan dan kreativitas yang tinggi untuk menjadi seorang nelayan. Secara garis besar, faktor lingkungan dapat dilihat dari dua aspek, yaitu aspek lingkungan fisik dan aspek lingkungan sosial.
a) Lingkungan fisik
Lingkungan fisik dapat dilihat dari lingkungan alam sekitar tempat individu berada yang memengaruhi perkembangan jiwa dan kepribadian individu tersebut. Sebagai contoh, di wilayah pesisir pantai, sebagian besar penduduknya menjadi nelayan, tetapi di wilayah pertanian sebagian besar penduduknya akan memiliki pekerjaan sebagai petani. Artinya, kepribadian yang memiliki kemampuan, keterampilan, dan kreativitas, akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan pengaruh lingkungan fisik di sekitar wilayah tinggalnya. Pada bidang DKV, seseorang akan mendapat pengaruh yang sangat besar jika orang tersebut aktif dalam sebuah komunitas yang berisikan para praktisi DKV, baik senior maupun junior.
b) Lingkungan sosial
Lingkungan sosial merupakan lingkungan yang di dalamnya terjadi sebuah interaksi antarindividu. Lingkungan sosial juga dapat terbagi menjadi lingkungan primer dan lingkungan sekunder. Lingkungan sosial primer merupakan sebuah lingkungan yang terjadi jika satu individu dengan individu lainnya saling mengenal erat dan memiliki hubungan yang baik seperti keluarga. Lingkungan keluarga tersebut akan memberi pengaruh yang kuat terhadap kepribadian dan perkembangan individu tersebut. Sementara itu, lingkungan sosial sekunder merupakan lingkungan yang di dalamnya terdapat hubunganยทantarindividu dengan hubungan yang longgar sehingga pengaruh dari lingkungan ini tidak terlalu dalam. Pada bidang DKV, akan dijumpai banyak komunitas serta lembaga–lembaga asosiasi yang berkecimpung di dalamnya, tetapi kurang aktif dalam penyelenggaraan acara ataupun aktivitas lainnya sehingga komunitas dan lembaga ini tidak memberi dampak yang besar terhadap kepribadian dan perkembangan individu.
