Tahap Produksi (Production)
Tahap produksi merupakan kegiatan implementasi dari segala sesuatu yang tertuang dalam skenario. Aktivitas yang dilakukan, di antaranya pengambilan gambar, baik di dalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor) atau jika memungkinkan gabungan antara keduanya.
Gambar 3.16 Tahap produksi.
Proses produksi memerlukan konsentrasi dan kesiapan stamina yang prima karena ada kalanya kegiatan ini memakan waktu yang sangat panjang dan berpindah pindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Tahap produksi akan banyak melibatkan personel dalam proses dan aktivitasnya.
Personel yang dibutuhkan meliputi personel nonteknis produksi (non-technical production) dan personel teknis produksi (technical production).
a. Personel nonteknis produksi
Beberapa contoh yang termasuk dalam personel nonteknis produksi, di antaranya sebagai berikut.
1) Produser (producer)
Produser adalah seseorang yang bertanggung jawab terhadap keberlangsungan seluruh tahapan produksi, dari mulai tahap praproduksi hingga pascaproduksi serta bertanggung jawab juga terhadap pencapaian dari tujuan diciptakannya produk visual tersebut.
2) Produser eksekutif (executive producer)
Produser eksekutif adalah seseorang yang bertanggung jawab terhadap dua atau beberapa produk visual yang mungkin saja prosesnya berjalan bersamaan. Seorang executive producer harus mampu mengatur anggaran dan mengoordinasi seluruh unsur yang terlibat, baik tim produksi, pemeran, klien, maupun agen periklanan untuk kebutuhan pemasaran.
3) Manajer produksi (production manager)
Manajer produksi adalah seseorang yang bertanggung jawab mengkoordinasi tim kerja selama tahap produksi berlangsung serta bertanggung jawab terhadap ketersediaan dan penggunaan peralatan yang dibutuhkan.
4) Asisten produksi (production assistant)
Asisten produksi adalah seseorang yang bertugas sebagai asisten produser dan sutradara yang dapat memberikan catatan atau rekomendasi kepada produser ataupun sutradara apabila diperlukan sebuah penyempurnaan program, gambar, ataupun adegan.
5) Sutradara (director)
Sutradara adalah seseorang yang bertanggung jawab terhadap penyutradaraan seluruh adegan yang menjadi landasan produksi. Seorang sutradara harus mampu menerjemahkan naskah atau skenario sehingga tercipta produk visual yang efektif dalam menyampaikan pesan yang terkandung di dalamnya.
6) Asisten sutradara (assistant director)
Asisten sutradara adalah seseorang yang bertanggung jawab membantu tugas sutradara selama berlangsungnya proses produksi.
7) Penulis naskah (script writer)
Penulis naskah adalah seseorang yang bertugas melakukan penulisan naskah program audio visual menjadi sebuah skenario sebagai landasan dalam melakukan adegan dan proses penyuntingan pada tahap selanjutnya.
8) Penata artistik (art director)
Penata artistik adalah seseorang yang bertanggung jawab terhadap kreativitas dalam pengaturan (setting) desain, baik lokasi pengambilan gambar, gratis, maupun properti yang digunakan.
9) Manajer area (floor manager)
Manajer area adalah seseorang yang bertanggung jawab terhadap seluruh aktivitas yang berlangsung di dalam area pengambilan gambar (shooting). Tugas lain dari seorang floor manager adalah harus mampu mengoordinasi seluruh pemeran dalam menyampaikan arahan dari sutradara.
10) Penata wajah (make up artist)
Penata wajah adalah seseorang yang bertanggung jawab terhadap tampilan wajah seluruh pemain berdasarkan perannya masing-masing dengan memberikan sentuhan kosmetik (make up) sehingga mendukung pemeran saat beraksi (acting) di depan kamera.
11) Perancang busana (costume designer)
Perancang busana adalah seseorang yang ber.tanggung jawab terhadap desain dan properti busana yang dibutuhkan oleh seluruh pemeran agar lebih menjiwai peran yang diberikan.
b. Personel teknis produksi
Adapun beberapa contoh tim kerja yang termasuk dalam personel teknis produksi, di antaranya sebagai berikut.
1) Direktur teknik (technical director)
Direktur teknik adalah seseorang yang memiliki tugas dan bertanggung jawab melakukan pengintegrasian gambar (switching).
2) Juru kamera (camera person)
Juru kamera adalah seseorang yang bertanggung jawab mengoperasikan kamera dalam proses pengambilan gambar sesuai dengan arahan sutradara.
3) Sinematografer (director of photography/cinematographer)
Sinematografer adalah seseorang yang memiliki tugas dan tanggung jawab mengoperasikan kamera electronic field production (EFP) serta bertanggung jawab terhadap pengaturan intensitas cahaya (lighting).
4) Penata cahaya (lighting director)
Penata cahaya adalah seseorang yang bertanggung jawab terhadap penataan cahaya (lighting) pada saat pengambilan gambar (shooting).
5) Operator audio (sound engineer)
Operator audio adalah seseorang yang bertanggung jawab terhadap operasional seluruh perlengkapan audio yang digunakan sekaligus mengontrol kualitas suara pada saat berlangsungnya pengambilan gambar (shooting).
6) Operator perekam gambar (video record operator)
Operator perekam gambar adalah seseorang yang memiliki tugas dan tanggung jawab melakukan perekaman gambar serta menjaga kualitas hasil rekaman gambar.
7) Penyunting video (video editor)
Penyunting gambar adalah seseorang yang bertanggung jawab melakukan penyuntingan gambar hasil pengambilan gambar (shooting).
8) Penata gratis (graphic artist)
Penata grafis adalah seseorang yang memiliki tugas dan tanggung jawab membangun sebuah tampilan, seperti grafis, teks, gambar latar (background), serta memberikan efek-efek tertentu sesuai naskah atau skenario.
9) Penata suara (sound designer)
Penata suara adalah seseorang yang bertanggung jawab terhadap pembuatan lagu tema, musik latar, dan efek suara yang dibutuhkan sehingga tercipta karya audio visual yang sangat menarik.
Selain beberapa contoh tersebut, masih banyak lagi tugas dan tanggung jawab personel dan tim kerja yang terlibat dalam pembuatan produk visual yang secara keseluruhan tergantung dari kebutuhan yang ingin dicapai dalam pembuatan produk visual.

[…] << 1 2 3 4 5 >> […]
[…] di Bidang Desain Komunikasi Visual << 1 2 3 4 5 >> Categories: Dasar Proses Produksi Di […]