Jenis-jenis Kamera

Jenis-jenis Kamera

Berbagai jenis kamera banyak ditawarkan kepada masyarakat. Setiap jenis tentu memiliki kemampuan dan kequnaan tersendiri. Adapun jenis-jenis kamera yang saat ini banyak digunakan oleh pecinta dunia fotografi, di antaranya sebagai berikut.

a. Polaroid camera

Kamera polaroid merupakan kamera instan atau kamera yang dapat mengeluarkan hasil foto langsung secara cetak dalam hitungan detik setelah proses pemotretan dilakukan.

Gambar 4.5 Kamera polaroid

Hal ini menjadi salah satu kelebihan dari kamera polaroid, yaitu pengguna dapat langsung melihat hasil pemotretan tanpa harus melalui proses pencetakan. Selain itu, foto­ foto polaroid memiliki estetika khas yang sering dianggap memiliki sentuhan artistik dan vintage. Adapun kelemahan dari kamera jenis polaroid ini, yaitu menggunakan media cetak dengan ukuran yang terbatas.

Nama polaroid diambil dari nama perusahaan yang memproduksi kamera tersebut, yaitu Polaroid Corporation yang didirikan oleh Edwin Herbert Land pada tahun 1937. la juga merupakan tokoh penting dalam sejarah fotografi.

b. Prosumer camera

Asal kata prosumer pada jenis kamera ini merupakan gabungan kata dari profesional dan consumer. Makna dari kedua kata tersebut mengacu pada kegunaannya. Kamera ini diperuntukkan bagi masyarakat awam ataupun fotografer pemula. Namun, kamera  ini  memiliki fitur- fitur layaknya kamera profesional. Kelebihan lain dari kamera

Gambar 4.6 Kamera prosumer

prosumer ini, yaitu bentuk dan ukuran kamera yang relatif kecil sehingga mudah dibawa ke manapun. Kamera prosumer juga memiliki kualitas yang lebih baik dan fitur yang lebih lengkap dibandingkan dengan kamera saku (pocket camera). Selain fitur pengaturan otomatis, kamera prosumer juga memiliki lensa yang mampu melakukan pembesaran hingga beberapa puluh kali.

c. Bridge camera

Gambar 4.7 Kamera bridge.

Sesuai dengan nama jenisnya, kamera bridge adalahjenis kamera yang menjembatani pengguna kamera saku untuk beralih ke kamera dengan fitur-fitur yang menyerupai kamera profesional berjenis DSLR. Dengan desain badan (body) kamera yang menyerupai kamera profesional DSLR, menjadikan kamera jenis bridge ini sebagai pilihan bagi para fotografer, baik pemula maupun amatir. Pembelajaran tentang fotografi yang dilakukan tentu akan lebih

representatif jika menggunakan kamera jenis bridgini.Kualitas hasil foto darikamera jenis bridge ini berada di tengah-tengah antara jenis kamera saku dan jenis kamera DSLR. Hal ini karena lensa yang tersemat pada jenis kamera bridge tidak dapat diganti dan cenderung membutuhkan intensitas cahaya yang cukup terang.

d. Mirrorless camera

Gambar 4.8 Kamera mirrorless

Kamera berjenis mirrorless merupakan kamera yang sangat mirip dengan kamera DSLR, tetapi tidak memiliki cermin yang berfungsi sebagai pemantul cahaya atau mirrorbox. Oleh karenanya, pada kamera mirrorless tidak terdapat jendela bidik atau viewfinder sebagaimana kamera DSLR, dan untuk melihat hasil tangkapan lensa perlu melihat layar LCD yang terdapat pada bagian belakang kamera.

Di samping kualitas hasil foto yang sebanding dengan kamera DSLR, kamera berjenis mirrorless ini memiliki ukuran yang lebih kecil dan lebih ringan, serta dapat dilakukan penggantian lensa sesuai dengan kebutuhan.

e. DSLR camera

DSLR adalah kependekan dari Digital Single Lens Reflex. Jika melihat dari kepanjangannya, kamera DSLR merupakan kamera yang menerapkan sistem kerja dengan mekanisme refleks lensa tunggal. Hal ini berarti jika ada cahaya masuk melalui lensa, objek foto akan dipantulkan melalui cermin yang ada pada bagian badan (body) kamera sehingga objek

Gambar 4.9 Kamera DSLR

foto akan terlihat pada jendela bidik atau viewfinder, ataupun layar LCD yang ada pada bagian belakang kamera. Kamera DSLR identik dengan kamera profesional karena fitur-fiturnya sangat mumpuni. Salah satu di antaranya adalah terdapat sensor cahaya yang cukup besar sehingga kamera DSLR mampu untuk melakukan pemotretan dengan pencahayaan yang minim. Kelebihan yang sangat mendasar dari kamera DSLR, yaitu badan (body) kamera yang dapat dipasangkan dengan  berbagai  macam  jenis  lensa.

f. Medium format camera

Kamera medium format adalah kamera yang memiliki resolusi dan kualitas hasil foto yang cukup tinggi. Hal ini karena kamera medium format memiliki sensor cahaya yang lebih besar dari kamera DSLR. Oleh karena itu, kamera medium format lebih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan  fotografi  tata busana (fashion) dan media

Gambar 4.10 Kamera medium format

periklanan. Tingkat keakurasian dari kamera medium format sedemikian tinggi bahkan nyaris sempurna terutama pada bagian koreksi warna (colour correction). Hasil foto dari kamera medium format juga dapat dicetak dalam ukuran besar sehingga kamera jenis ini sering digunakan untuk tujuan komersial.

g. Boutique camera

Kamera jenis ini diberi nama boutique camera karena memiliki kesan yang mewah. Dari segi harga, kamera jenis boutique ini  tergolong mahal.  Kesan  mewah dan  mahalnya harga kamera tentu sebanding dengan fitur-fitur yang dimilikinya. Bahkan pada kamera jenis boutique ini, sensor cahaya yang dimiliki jauh lebih baik daripada kamera DSLR sekalipun,

Gambar 4.11 Kamera boutique

begitu pula dengan hasil foto yang kualitasnya jauh lebih baik.

h. Action camera

Gambar 4.12 Kamera aksi

Kamera aksi atau action camera memiliki ciri khusus, yaitu ukuran yang sangat kecil serta bobot yang lebih ringan dibanding kamera jenis lainnya. Oleh karenanya, kamera jenis ini lebih banyak digunakan untuk merekam berbagai kegiatan pada lokasi yang sulit ataupun dalam sebuah aksi tertentu. Dengan bobotnya yang ringan serta daya tahan kamera terhadap benturan dan guncangan, menjadikan kamera ini selalu ditempatkan

pada posisi tertentu, seperti di atas kepala, kap mobil, atau posisi lainnya. Kamera aksi sering pula dijumpai ketika seseorang sedang beraktivitas olahraga seperti bersepeda maupun olahraga bermotor. Selain itu, kamera inijuga digunakan untuk merekam berbagai aksi yang membahayakan seperti terjun payung, menyelam, balap mobil, dan aksi-aksi ekstrem lainnya.

i. 360 camera

Gambar 4.13 Kamera 360

Seiring dengan perkembangan teknologi seperti saat ini, keberadaan kamera 360 makin populer dan menjadi salah satu kamera yang paling diminati oleh pecinta dunia fotografi ataupun bagi individu yang memiliki hobi dalam perjalanan maupun petualangan. Kamera 360 tidak hanya mengabadikan momen, tetapi juga mampu menyajikan hasil perekaman dengan dimensi gambar yang menakjubkan. Oleh karenanya, 

kamera 360 lebih banyak digunakan untuk merekam gambar panorama atau bidang luas. Selain itu, dalam dunia virtual dan augmented reality, penggunaan kamera 360 makin diperlukan sebagai alat untuk melakukan interaksi dalam sebuah permainan virtual. Proses perekaman gambar yang mampu memperlihatkan sekeliling objek foto secara 360 derajat menjadi keunggulan kamera jenis ini.

Selain itu, dalam dunia virtual dan augmented reality, penggunaan kamera 360 makin diperlukan sebagai alat untuk melakukan interaksi dalam sebuah permainan virtual. Proses perekaman gambar yang mampu memperlihatkan sekeliling objek foto secara 360 derajat menjadi keunggulan kamera jenis ini.

About the Author

Rony Sihombing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *