2. Dasar-dasar Menggunakan Software Adobe Illustrator
a. Membuat objek dasar
Objek dasar adalah objek yang telah disediakan pada Adobe Illustrator. Bentuk objek dasar sesuai dengan objek yang telah Anda ketahui, misalnya kotak, lingkaran, ataupun polygon. Dengan melakukan manipulasi dan penggunaan efek yang telah tersedia, dapat terbentuk berbagai macam ornamen desain sesuai dengan yang diinginkan pengguna. Objek dasar pada software Adobe Illustrator dapat ditemui pada toolbox Rectangle Tool (M).
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
Untuk membuatnya, pengguna hanya perlu drawing menggunakan mouse pada area kerja atau artboard.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
Dapat juga dilakukan dengan memunculkan parameter dengan mengeklik area kerja dan mengubah nilai parameter pada kotak dialog seperti pada gambar berikut.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
b. Memberi warna pada objek dasar
Pemberian warna pada objek dapat dilakukan dengan mengubah pilihan warna yang terdapat pada toolbox atau option menu. Pengguna juga dapat mengubah pilihan warna antara warna solid atau gradasi sebagaimana dalam gambar berikut. Caranya klik panel Properties, pilih bagian Fill atau Stroke tergantung pada bagian objek yang Anda beri warna.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
c. Memanipulasi bentuk objek
Manipulasi dalam dunia desain adalah melakukan perubahan pada sebuah objek. Memanipulasi bentuk objek dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik dengan tool yang ada pada toolbox maupun pada beberapa perintah yang ada pada menu Effect.
- Memanipulasi bentuk objek dengan toolsBerikut beberapa contoh dalam melakukan manipulasi bentuk objek menggunakan tools.Berikut contoh manipulasi dengan Width dan Warp Tool.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
Berikut contoh manipulasi dengan Twirl Tool, Pucker TooL dan Bloat Tool.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
Berikut contoh manipulasi dengan Scallop Tool, Crystallize Tool, dan Wrinkle Tool.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
- Memanipulasi object shape dengan menu EffectContoh lain dalam memanipulasi bentuk objek adalah dengan menggunakan menu Effect.Berikut tampilan dengan menu Effect – Distort & Transform– Free Distort.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
Berikut tampilan dengan menu Effect – Distort & Transform – Roughen.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
Berikut tampilan dengan menu Effect – Distort & Transform – Transform.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
Berikut tampilan dengan menu Effect – Distort & Transform – Zig Zag.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
d. Perintah khusus
Pada software Adobe Illustrator, terdapat beberapa perintah khusus yang dapat dipelajari. Bagian ini akan menjelaskan mengenai perintah khusus dalam menggunakan Rotate Tool {R) dan Effect Transform. Penggunaan Rotate Tool tidak hanya dapat memutar objek, melainkan juga dapat memutar objek dengan mengelilingi objek lainnya. Untuk menggunakannya, cukup dengan mengaktifkan tool pada toolbox.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
Perhatikan langkah-langkah berikut untuk membuat objek rotasi seperti pada Gambar 4.83.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
1.Buatlah dua buah objek elips ukuran yang berbeda.
2.Aktifkan kedua objek tersebut menggunakan Rotate Tool, lalu pindahkan titik pusat putaran pada titik tengah objek elips besar. Selanjutnya, klik titik pusat tersebut bersamaan dengan menekan tombol Alt sehingga tampil kotak dialog Rotate
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
3.Setelah melakukan perubahan parameter pada kotak dialog Rotate, akan tampak objek elips baru hasil copy dari objek elips pertama.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
4.Untuk menampilkan objek selanjutnya, Anda hanya perlu melakukan perintah duplikasi atau dengan perintah singkat (shortcut) Ctrl + D beberapa kali hingga hasil copy objek mengelilingi objek elips besar seperti gambar berikut
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
5. Anda juga dapat menggunakan Effect Transform untuk membuat objek memutar dengan kombinasi ukuran (scale) dan posisinya (position). Effect Transform dapat dilakukan dengan cara klik menu Effect, kemudian pilih Distort & Transform – Transform.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
6. Lakukan perubahan parameter sesuai keinginan dan desain yang telah dibuat. Perubahan parameter bisa dilakukan pada salah satu atau seluruh unsur parameter yang ada sebagaimana pada gambar berikut
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
e. Type Tool
Pembuatan teks pada Adobe Illustrator sama halnya dengan pembuatan teks pada software lain. Hal-hal mendasar yang perlu diketahui tidaklah berbeda, yaitu jenis huruf, ukuran huruf, jarak antarhuruf, paragraf, dan lain sebagainya. Untuk membuat teks pada Adobe Illustrator, tool yang digunakan adalah Type Tool. Pada tool ini, Anda diberi beberapa pilihan untuk membuat teks sesuai dengan desain yang diinginkan.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
Pembahasan mengenai Type Tool telah disajikan pada bagian toolbox dalam buku ini. Sementara itu, untuk lebih mengenal cara kerja teks pada Adobe Illustrator, Anda akan mempelajari rollout Type yang ada pada menu Window. Untuk menampilkan Character, terlebih dahulu Anda harus membuka menu Window, kemudian pilih Type – Character.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
Ada kalanya panel Character sudah terlihat atau sudah ditampilkan di barisan panel Window pada sisi kanan layar. Hal ini biasanya terjadi karena panel tersebut telah ditampilkan pada pekerjaan sebelumnya sehingga tidak perlu lagi ditampilkan dengan membuka menu Window.
Pada menu Window, jika sebuah panel Window telah ditampilkan pada workspace, akan terlihat tanda centang berwarna biru. Jika tanda centang warna biru tersebut dihilangkan, pane! Window yang sebe!umnya sudah ditampilkan pada area kerja (workspace) dihilangkan. Untuk mengenal lebih jauh mengenai panel Character, dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
f. Pen Tool
Pen Tool adalah alat dasar yang sangat penting untuk membuat desain vektor. Dengan Pen Tool, Anda dapat membuat garis serta kurva yang presisi dan halus atau menggambar ulang sebuah objek secara kompleks maupun detail. Caranya dengan meletakkan titik-titik yang akan membentuk sebuah garis atau path. Dalam menggunakannya, diperlukan latihan dan kesabaran untuk mencapai hasil yang diinginkan. Dengan menguasai Pen Tool, Anda pun dapat dengan mudah membuat desain berbasis vektor yang kompleks dan indah.
- Membuat garis lurus
Untuk membuat garis lurus menggunakan Pen Tool, pengguna dapat meletakkan titik awal, kemudian letakkan titik kedua dengan sambil menekan dan menahan tombol Shift.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
2) Menambahkan anchor point
Setelah suatu garis yang telah dibuat, sering ka pengguna memerlukan penambahan anchor point agar leb1 mudah dalam mengatur kelengkungannya. Untuk melakuka penambahan, gunakan Add Anchor Point Tool yang berad tepat di bawah ikon Pen Tool. Aktifkan tool tersebut da klik pada posisi tertentu tepat di garis yang diinginkan.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
3) Menghapus anchor point
Ada kalanya jumlah anchor point terlalu banyak pada sebuah garis. Hal ini tentu akan menyulitkan pengguna dalam mengatur kelengkungan garis yang cenderung tidak terlihat smooth.
Untuk menghapus anchor point yang tidak terpakai pada sebuah garis, pengguna bisa menggunakan Delete Anchor Point Tool dengan cara mengeklik anchor point tersebut.
4) Membuat objek dengan garis
Pengguna dapat membuat objek apa pun sesuai yang diinginkan menggunakan Pen Tool. Sebagaimana pada pembahasan sebelumnya, penggunaan Pen Tool juga dapat dilakukan dalam proses menggambar ulang (redraw).
Lakukankanlah seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, yaitu membuat garis menggunakan Pen Tool dengan meletakkan titik-titik (anchor point) sesuai dengan gambar yang diinginkan.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
Setelah objek dasar selesai dibuat, pengguna dapat melakukan penyesuaian kelengkungan sesuai dengan bentuk yang diinginkan menggunakan Convert Anchor Point Tool (Shift+ C) serta dapat juga memindahkan titik-titik ke posisi lain menggunakan Direct Selection Tool (A).
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
Untuk melakukan kegiatan menggambar ulang atau redraw, pengguna dapat melakukannya dengan meletakkan titik-titik sesuai gambar yang akan digambar ulang. Sebelum melakukan proses menggambar ulang, pastikan kotak fill dalam keadaan tidak berwarna serta ketebalan dan warna stroke telah ditentukan.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
Sesuaikan kelengkungan garis menggunakan Convert Anchor Point Tool mengikuti bentuk dan kelengkungan gambar aslinya. Setelah Anda selesai, Anda dapat menyimpan perubahan pada dokumen dengan cara klik File – Save atau dengan shortcut Ctrl + S (di Windows) atau Cmd + S (pada Mac).
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
Proses gambar ulang pun telah selesai dilakukan. Jika diamati lebih saksama, akan terlihat perbedaan yang sangat signifikan, yai_tuhasil gambar ulang tampak lebih tajam dari gambar aslinya. Hasil gambar ulang dapat diperbesar sesuai kebutuhan dalam produk desain.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
3. Dasar-dasar Menggunakan Adobe Illustrator
a. Layer
Layer merupakan sebuah panel yang disediakan oleh Adobe Illustrator. Fungsi layer adalah mengelompokkan setiap objek yang dibuat dan setiap objek yang ada pada artboard. Dengan panel ini, pengguna akan lebih mudah untuk melakukan pekerjaan desain. Dengan pengelompokan ini, pengguna akan lebih mudah memilih salah satu dari beberapa, bahkan ratusan objek yang ada pada artboard.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
Anda dapat memberi nama setiap sublayer sesuai dengan bentuk, warna, ataupun nama lain sesuai yang dikehendaki. Begitu pula dengan nama layer yang dapat diubah sesuai kebutuhan.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
Untuk menampilkan panel Layer, Anda harus membuka rollout menu Window – Layer. Ada beberapa ikon yang terdapat dalam layer panel yang harus diketahui, yaitu sebagai berikut.
- Ikon mata yang berfungsi menampilkan dan menyembunyikan objek pada layer
- Kotak tanpa ikon atau kotak kosong yang berfungsi mengunci objek pada layer tersebut sehingga tidak dapat dilakukan proses perubahan atauediting pada objek.
- Lingkaran pada bagian kanan akan menunjukkan layer yang sedang aktif atau yang sedang dipilih. Layer aktif akan ditunjukkan dengan warna biru pada sisi kanan lingkaran.
- Ikon Delete Selection yang berfungsi menghapus layer yang ingin
- Ikon Create New Layer yang berfungsi membuat layer
- Ikon Create New Sublayer yang berfungsi membuat sublayerbaru.
- Ikon Make/Release Clipping Mask yang berfungsi membuatlayer mask.
- Ikon Locate Object yang berfungsi mempermudah menemukan layer objek tertentu dalam susunan
Opsi lain dalam mengatur susunan layer, di antaranya sebagai berikut.
- Collect in New Layer: perintah menggabungkan beberapa layer menjadi satu layer.
- Hide All Layer: perintah menyembunyikan seluruh layer padaartboards.
- Outline All Layer: perintah menampilkan seluruh objek dalam bentuk garis luar saja.
- Lock All Layer: perintah mengunci seluruh layer sehingga tidak dapat dilakukan perubahan apa pun.
- Panel Option: perintah mengatur ukuran panel
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
b. Artboard
Artboard adalah halaman kerja yang terdapat pada Adobe Illustrator. Artboard ini termasuk elemen penting karena memungkinkan Anda untuk membuat desain dalam skala yang berbeda-beda sesuai keperluan. Walaupun pada prinsipnya pengguna dapat melakukan pekerjaan di luar artboard, tetapi hanya objek yang berada dalam artboard yang akan menjadi produk hasil akhir desain Anda. Anda dapat menambahkan artboard baru dengan menyalin dan menempelkan artboard yang sudah ada. Adapun cara lainnya, yaitu dengan mengatur artboard menjadi grid. Anda juga dapat menyesuaikan tata letak artboard dengan mengeklik dan menyeret artboard di sekitar are kerja sesuai keperluan. Jumlah dan ukuran artboard dapat ditentukan kapan saja sesuai dengan kebutuhan pada saat pengguna saat awal membuka Adobe Illustrator ataupun selama melakukan proses desain.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
Sementara untuk tampilan area kerja lebih dari satu artboard, yaitu sebagai berikut.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
Untuk mengatur dan menyesuaikan artboard, pengguna perlu menampilkan panel artboard pada jendela panel, yaitu dengan cara klik menu Window – Artboards.
Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual
- Delete Artboard, yaitu perintah untuk menghapus artboard yang tidak terpakai.
- Delete Empty Artboards, yaitu perintah untuk menghapus seluruh artboard yang kosong.
- Artboard Options, yaitu perintah untuk menampilkan pilihan perintah lain. Pada Artboard Options, pengguna diberi keleluasaan untuk mengatur kembali artboard sesuai kebutuhan desain, yaitu sebagai berikut.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
- Nama artboard
Pilihan ukuran artboard sesuai ukuran standar kertas atau ukuran tertentu dengan mengubah parameter atau nilai yang ada pada kolom Width dan Height. Pilihan orientasi halaman sering dikenal dengan sebutan potrait dan landscape. Terdapat juga opsi Display untuk mengatur tampilan artboard. - Rearrange All Artboards
Pada opsi Rearrange All Artboards, pengguna diberi pilihan untuk mengatur posisi dan jarak antar-artboard. Adapun opsi-opsi tersebut, antara lain sebagai berikut. - Layout, yaitu perintah untuk mengatur susunan artboard.
- Columns, yaitu perintah untuk mengatur jumlah susunan artboard ke samping.
- Spacing, yaitu perintah untuk mengatur jarak antar artboard.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
c. Menggunakan garis bantu (guides)
Pada saat membuat desain, sering kali Anda memerlukan garis bantu untuk membantu meletakkan dan menyesuaikan ukuran objek pada Artboard sebagai panduan. Sama halnya dengan software desain lainnya, garis bantu (guides) selalu berwarna biru dan hanya bisa ditampilkan jika Anda sebelumnya telah menampilkan ruler. Ruler adalah tampilan berupa penggaris pada bagian atas ataupun samping area kerja dengan satuan yang dapat ditentukan.
Oleh karena itu, tampilkan ruler terlebih dahulu dengan menekan tombol Ctrl + R, kemudian tarik dari posisi ruler ke posisi tertentu pada artboard. Apabila membutuhkan garis bantu horizontal, Anda harus menariknya dari atas artboard pada ruler. Sebaliknya, jika membutuhkan garis bantu vertikal, Anda harus menariknya dari samping artboard pada ruler. Setelah selesai menggunakan guides, pastikan untuk menghampus atau menyembunyikan guides agar tidak mengganggu tampilan dokumen Anda.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
D. Mengimpor dan mengekspor file
Mengimpor dan mengekspor file sangatlah penting karena memungkinkan Anda untuk mengintegrasi desain yang Anda buat ke berbagai aplikasi dan platform lain. Untuk memasukkan file image pada Artboard di Adobe Illustrator, gunakanlah perintah Place. Perintah ini sama halnya dengan perintah Import. Beberapa software desain menggunakan bahasa yang berbeda, tetapi fungsi dan maknanya sama. Adapun perintah Place dapat Anda lakukan dengan mengeklik menu File – Place.
Setelah mengeklik perintah tersebut, akan tampil kotak dialog Place yang memberi Anda pilihan file yang akan diimpor dengan tampilan menyerupai Windows Explorer sehingga Anda dapat dengan mudah menemukan file yang ingin diimpor. Adapun contohnya, seperti file gambar (JPG, PNG, TIFF, GIF, BMP, dan sebagainya), file vektor (EPS, Al, PDF, dan sebagainya), serta file teks (TXT).
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
Tipe file yang dapat diimpor ke dalam software Adobe Illustrator, antara lain sebagai berikut.
- Adobe FXG (*.FXG)
- Adobe Illustrator (*.Al,*.AIT)
- Adobe PDF (*.Al,*.AIT,*PDF)
- . AutoCAD Drawing (*.DWG)
- AutoCAD Interchange File (*.DXF)
- BMP (*.BMP,*RLE,*DIB)
- Computer Graphics Metafile (*.CGM)
- CorelDRAW 5,6,7,8,9,10 (*.CDR)
- Encapsulated Postscript (*.EPS,*.EPSF,*PS)
- Enhanced Metafile (*.EMF)
- GIF89a (*.GIF)
- JPEG (*.JPG,*.JPE,*JPEG)
- JPEG200 0 (*.JPF,*.JPX,*.JP2,*.J2K,*.J2C,*.JPC)
- Macintosh PICT (*.PIC,*.PCT)
- Microsoft RTF (*.RTF)
- Microsoft Word (*.DOC)
- Microsoft Word DOCX (*.DOCX)
- PCX (*.PCX)
- Photoshop (*.PSD,*.PDD)
- Pixar (*.PXR)
- PNG (*.PNG,*.PNS)
- SVG (*.SVG)
- SVG Compressed (*.SVGZ)
- Targa (*.TGA,*.VDA,*.ICB,*.VST)
- Text (*.TXT)
- TlFF (*.TlF,*.TIFF)
- Windows Metafile (*.WMF)
Sebaliknya, untuk mengekspor file dari desain yang telah selesai dibuat dapat dilakukan dengan cara klik menu File – Export. Jika melakukan perintah ekspor tersebut, akan muncul kotak dialog menyerupai Windows Explorer.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
Tipe file pada perintah ekspor ditandai dengan Save as Type. Tipe file yang dapat dibuat dalam melakukan ekspor tidak sebanyak saat mengimpor file. Tipe file yang dapat dibuat saat melakukan ekspor file, di antaranya sebagai berikut.
- Autocad Drawing (*.DWG)
- Autocad Interchange File (*.DXF)
- BMP (*.BMP)
- Enhanced Metafile (*.EMF)
- Flash (*.SWF)
- JPEG (*.JPG)
- Macintosh PICT (*.PCT)
- Photoshop (*.PSD)
- PNG (*.PNG)
- Targa (*.TGA)
- Text Format (*.TXT)
- Tiff (*.TlF)
Windows Metafile (*.WMF)
E. Menyimpan file
Setelah menyelesaikan pekerjaan desain, baik secara keseluruhan maupun sebagian, Anda harus menyimpan dokumen atau file tersebut pada komputer. Perintah untuk menyimpan file tersebut terbagi dalam dua jenis, yaitu Save (Ctrl + S) dan Save As (Ctrl + Shift + S).
Save adalah perintah untuk menyimpan file yang sudah diberi nama sebelumnya, sedangkan Save As adalah perintah untuk menyimpan file yang belum diberi nama atau membuat hama baru dari file yang sebelumnya sudah diberi nama.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
- Ketika menyimpan dokumen atau file, Anda dapat memilih tipe file sesuai dengan kebutuhan desain Anda. Beberapa tipe file yang dapat Anda gunakan, antara lain sebagai berikut.
- Adobe FXG (.FXG)
- Adobe Illustrator (.Al)
- Adobe PDF (.PDF)
- Illustrator EPS (.EPS)
- Illustrator Template (.AIT)
- SVG (.SVG)
- SVG Compressed (.SVGZ)
F. Shortcut
Untuk mempercepat kinerja pada saat melakukan proses desain, sebaiknya Anda mengetahui perintah singkat atau shortcut untuk melakukan perintah tertentu. Adapun beberapa shortcut yang harus diketahui, yaitu sebagai berikut.
Gambar 2.1 Contoh penggunaan Ilustrasi dalam Buku
